Showing posts with label Komputer. Show all posts
Showing posts with label Komputer. Show all posts

Thursday, 14 March 2019

OPERATING SYSTEM SECURITY


Sistem operasi adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer atau hardware, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program aplikasi booting. Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya. (id.wikipedia.org)
Jadi dengan kata lain system operasi adalah sesuatu, dalam hal ini perangkat lunak. Yang menghubungkan pengguna dengan perangkat lunak aplikasi dan perangkat keras keras komputer.
Sistem operasi sebagai penghubung antar pengguna dan perangkat keras memiliki sistem keamanan untuk menjamin sumber daya yang dimiliki pengguna tidak dicuri, digunakan atau dimodifikasi orang yang tidak bertanggung jawab baik itu secara offline (langsung) ataupun (online).
Berikut keamanan yang umumnya digunakan system operasi untuk menjaga sumber daya :

OTENTIFIKASI PEMAKAI

Sistem keamanan dengan otentifikasi adalah kegiatan pencocokan informasi pemakai resmi komputer dengan data yang sebelumnya telah ada dalam sistem keamanan.
Kebanyakan metode otentifikasi didasarkan pada tiga cara, yaitu :
1. Sesuatu yang diketahui pemakai, misalnya :
♦ Password.
♦ Kombinasi kunci.
♦ Nama kecil ibu mertua.
♦ Dan sebagainya.

2. Sesuatu yang dimiliki pemakai, misalnya :
♦ Badge.
♦ Kartu identitas.
♦ Kunci.
♦ Dan sebagainya.

3. Sesuatu mengenai (ciri) pemakai, misalnya :
♦ Sidik jari.
♦ Suara.
♦ Foto.
♦ Tanda tangan

PEMBATASAN

Pembatasan-pembatasan dapat dilakukan sehingga memperkecil peluang penembusan oleh pemakai yang tak diinginkan, misalnya :
1. Pembatasan login.
Login hanya diperbolehkan :
♦ Pada terminal tertentu.
♦ Hanya ada waktu dan hari tertentu.
♦ Pembatasan dengan call-back.

Login dapat dilakukan siapapun. Bila telah sukses login, sistem segera memutuskan koneksi dan memanggil nomor telepon yang telah disepakati. Penyusup tidak dapat menghubungi lewat sembarang saluran telepon, tapi hanya pada saluran telepon tertentu.
2. Pembatasan jumlah usaha login.
Login dibatasi sampai tiga kali dan segera dikunci dan diberitahu ke administrator.
Semua login direkam dan sistem operasi melaporkan informasi-informasi berikut :
♦ Waktu, yaitu waktu pemakai login.
♦ Terminal, yaitu terminal dimana pemakai login.

*Selain ancaman-ancaman dari seseorang secara langsung, ada juga ancaman canggih terhadap sistem komputer yaitu program yang mengeksploitasi kelemahan sistem operasi atau yang banyak dikenal orang sebagai virus.
Terdapat taksonomi ancaman perangkat lunak atau klasifikasi program jahat (malicious program), yaitu :
1. Program-program yang memerlukan program inang (host program).
Fragmen program tidak dapat mandiri secara independen dari suatu program aplikasi, program utilitas atau program sistem.

2.  Program-program yang tidak memerlukan program inang.
Program sendiri yang dapat dijadwalkan dan dijalankan oleh sistem operasi.

Pembagian atau taksonomi menghasilkan tipe-tipe program jahat sebagai berikut :
1. Bacteria.
Bacteria adalah program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan mereplikasi dirinya sendiri. Bacteria tidak secara eksplisit merusak file. Tujuan program ini hanya satu yaitu mereplikasi dirinya. Program bacteria yang sederhana bisa hanya mengeksekusi dua kopian dirinya secara simultan pada sistem multiprogramming atau menciptakan dua file baru, masing-masing adalah kopian file program bacteria. Kedua kopian in kemudian mengkopi dua kali, dan seterusnya.

2. Logic bomb.
Logic bomb adalah logik yang ditempelkan pada program komputer agar memeriksa suatu kumpulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi yang dimaksud ditemui, logic mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan aksi-aksi tak diotorisasi. Logic bomb menempel pada suatu program resmi yang diset meledak ketika kondisi-kondisi tertentu dipenuhi. 

3, Trapdoor.
Trapdoor adalah titik masuk tak terdokumentasi rahasia di satu program untuk memberikan akses tanpa metode-metode otentifikasi normal. Trapdoor telah dipakai secara benar selama bertahun-tahun oleh pemrogram untuk mencari kesalahan program. Debugging dan testing biasanya dilakukan pemogram saat mengembangkan aplikasi. Untuk program yang mempunyai prosedur otentifikasi atau setup lama atau memerlukan pemakai memasukkan nilai-nilai berbeda untuk menjalankan aplikasi maka debugging akan lama bila harus melewati prosedur-prosedur tersebut. 
4. Trojan horse.
Trojan horse adalah rutin tak terdokumentasi rahasia ditempelkan dalam satu program berguna. Program yang berguna mengandung kode tersembunyi yang ketika dijalankan melakukan suatu fungsi yang tak diinginkan. Eksekusi program menyebabkan eksekusi rutin rahasia ini. Programprogram trojan horse digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi secara tidak langsung dimana pemakai tak diotorisasi tidak dapat melakukannya secara langsung. Contoh, untuk dapat mengakses file-file pemakai lain pada system dipakai bersama, pemakai dapat menciptakan program trojan horse. 

5. Virus.
Virus adalah kode yang ditempelkan dalam satu program yang menyebabkan pengkopian dirinya disisipkan ke satu program lain atau lebih. Program menginfeksi program-program lain dengan memodifikasi programprogram itu. Modifikasi itu termasuk memasukan kopian program virus yang kemudian dapat menginfeksi program-program lain. Selain hanya progasi, virus biasanya melakuka fungsi yang tak diinginkan. 

6. Worm.
Adalah program yang dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopiankopian dari komputer ke komputer lewat hubungan jaringan. Begitu tiba, worm diaktifkan untuk mereplikasi dan progasai kembali. Selain hanya propagasi, worm biasanya melakukan fungsi yang tak diinginkan. 
Tipe-tipe virus
Saat ini perkembangan virus masih berlanjut, terjadi perlombaan antara penulis virus dan pembuat antivirus. Begitu satu tipe dikembangkan antivirusnya, tipe virus yang lain muncul. Klasifikasi tipe virus adalah sebagai berikut :

• Parasitic virus.
Merupakan virus tradisional dan bentuk virus yang paling sering. Tipe ini mencantolkan dirinya ke file .exe. Virus mereplikasi ketika program terinfeksi dieksekusi dengan mencari file-file .exe lain untuk diinfeksi.

• Memory resident virus.
Virus memuatkan diri ke memori utama sebagai bagian program yang menetap. Virus menginfeksi setiap program yang dieksekusi.

• Boot sector virus.
Virus menginfeksi master boot record atau boot record dan menyebar saat system diboot dari disk yang berisi virus.

• Stealth virus.
Virus yang bentuknya telah dirancang agar dapat menyembunyikan diri dari deteksi perangkat lunak antivirus.

• Polymorphic virus.
Virus bermutasi setiap kali melakukan infeksi. Deteksi dengan penandaan virus tersebut tidak dimungkinkan. Penulis virus dapat melengkapi dengan alat-alat bantu penciptaan virus baru (virus creation toolkit, yaitu rutin-rutin untuk menciptakan virus-virus baru). Dengan alat bantu ini penciptaan virus baru dapat dilakukan dengan cepat. Virus-virus yang diciptakan dengan alatbantu biasanya kurang canggih dibanding virus-virus yang dirancang dari awal.

Antivirus
Solusi ideal terhadap ancaman virus adalah pencegahan. Jaringan diijinkan
virus masuk ke sistem. Sasaran ini, tak mungkin dilaksanakan sepenuhnya.
Pencegahan dapat mereduksi sejumlah serangan virus. Setelah pencegahan
terhadap masuknya virus, maka pendekatan berikutnya yang dapat dilakukan
adalah :

•  Deteksi.
Begitu infeksi telah terjadi, tentukan apakah infeksi memang telah terjadi dan cari lokasi virus.

• Identifikasi.
Begitu virus terdeteksi maka identifikasi virus yang menginfeksi program.

• Penghilangan.
Begitu virus dapat diidentifikasi maka hilangkan semua jejak virus dari program yang terinfeksi dan program dikembalikan ke semua (sebelum terinfeksi). Jika deteksi virus sukses dilakukan, tapi identifikasi atau penghilangan jejak tidak dapat dilakukan, maka alternatif yang dilakukan adalah menghapus program yang terinfeksi dan kopi kembali backup program yang masih bersih. Sebagaimana virus berkembang dari yang sederhana menjadi semakin canggih, begitu juga paket perangkat lunak antivirus. Saat ini program antivirus semakin kompleks dan canggih.


Sumber :
dhian_sweetania.staff.gunadarma.ac.id → Pengamanan-Sistem-Operasi.pdf
https://alfworld.wordpress.com/2014/11/05/keamanan-sistem-operasi-os-security/

Thursday, 7 March 2019

Physical Security dan Biometric



Physical Security merupakan Tindakan atau cara yang dilakukan untuk mencegah atau menanggulangi dan menjaga hardware program jaringan dan data dari bahaya fisik dan kejadian yang dapat menyebabkan kehilangan yang besar atau kehancuran. Keamanan fisik termasuk perlindungan terhadap kebakaran, bencana alam, pencurian vandalism dan teroris.

Yang perlu dilindungi adalah:
  • Bangunan
  • Ruang Komputer
  • Komputer
  • Media Penyimpanan
Dilindungi terhadap
-Lingkungan :

  • Kebakaran
  • Iklim
  • Gempa Bumi dan Getaran
  • Air
  • Listrik
  • Petir
-Orang
  • Awalnya dianggap tidak penting
  • sering diabaikan
  •          karena sering banyak kejadian,seperti,
1.     Pencurian fisik: Laptop, harddisk, CD
2.     Bencana alam
  • Kebijakan kemanan fisik mulai diperhatikan, dilihat ulang dan diperbaiki.
Ancaman dan Resiko Pada Data Center

Faktor Lingkungan
Kebakaran,banjir, embun, suhu, listrik, gempa bumi dan bentuk-bentuk bencana alam lainnya


Faktor Manusia
Ekspoitasi


Faktor Finansial
Butuh Investasi yang cukup lumayan


Metode Pengamanan Fisik pada Data center

Faktor Lingkungan
·        Bangunan
·        Kebakaran
·        Suhu/iklim
·        Listrik
·        Bencana Alam
·        Air
·        Petir
Faktor Manusia

Metode Pengamanan Fisik pada Data Center
          Faktor lingkungan – Bangunan (lokasi)
·        Lokasi data center dipilih yang memiliki sedikit resiko terhadap bencana alam dan ancaman teroris
·        Sebaiknya terpisah dengan kantor pusat
·        Jauh dari jalan raya Utama
·        Lokasi tidak bertetangga dengan Bandar udara, pabrik kimia, jalur pipa gas, pusat keramaian dan pusat pembangkit listrik
·        Memiliki kecukupan tenaga listrik




Biometric
Biometrik adalah pengenalan identifikasi menggunakan fisik manusia. Ciri-ciri tersebut digunakan untuk membedakan suatu pola yang lainnya. Ciri yang bagus adalah cirri yang memiliki daya pembeda yang tinggi sehingga pengekompokkan pola berdasarkan ciri yang dimiliki dapat dilakukan dengan akurat.

Beberapa contoh karakteristik Biometric

Keuntungan dan Kerugian Fingerprint
·        Keuntungan
i)       Teknologi yang canggih
ii)    Dimiliki semua orang
iii)  Ketelitian yang tinggi
iv)  Stabilitas jangka panjang
v)     Kemampuan menampung berbagai fitur
vi)  Biaya yang secara komparatif rendah
·        Kerugian
i)       Kemampuan tidak bisa dipakai oleh banyak pemakai (orang cacat)
ii)    Dipengaruhi oleh control kulit
iii)  Sensor mudah kotor

Hand geometry
Sistem biometric hand geometry bisa digunakan untuk keperluan autentikasi karena dimiliki oleh semua manusia(kecuali cacat tangan) dan unik.
·        Keuntugan
§  Teknologi yang canggih
§  Tidak mengganggu
§  Penerimaan pemakai yang tinggi

·        Kerugian
§  Ketelitian yang rendah
§  Mahal
§  Sukar digunakan untuk beberapa pemakai (anak-anak rendah sedi ) hilang jari atau tangan, system tidak bisa digunakan

Eye Biometric
Merupakan system biometric yang memiliki teknologi yang canggih, dan keakuratan yang baik, sertaproteksi yang kuat karena ada di dalam bola mata.

v Keuntungan
  1. ·        Teknologi yang canggih
  2. ·         Potensi ketelitian yang tinggi
  3. ·         Stabilitas jangka panjang
  4. ·         Fitur terlindung
  5. ·         Perbedaan yang tinggi (ras, suku, dan bangsa) 

v Kerugian
  1. ·         Susah digunakan
  2. ·         Faktor kesehatan
  3. ·         Harga yang mahal


Referensi

Friday, 1 March 2019

Social Engineering


Social engineering adalah teknik memperoleh informasi rahasia dengan menipu pemilik informasi itu yang umumnya dilakukan lewat telepon atau internet. Social engineering sendiri merupakan salah satu metode yang digunakan hacker untuk mendapat informasi korbannya, dengan meminta informasi langsung ke korban atau pihak lain yang tahu.

Terdapat beberapa hal yang menjadi faktor utama yang menyebabkan teknik social engineering efektif dilakukan oleh seorang penyerang, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Kelengahan yang disertai dengan ketidakwaspadaan seseorang sehingga mudah sekali terperdaya oleh suatu keadaan.
  • Keisengan para hacker pada awalnya, membuat peluang yang lebih besar untuk memperdaya orang lain.
  • Kecanggihan teknologi.


Content social networking atau jejari Facebook, YM, Twitter, dan email bisa dijadikan alat untuk melakukan social engineering. Dampak  yang mungkin ditimbulkan adalah keresahan masyarakat terkait ruang privasi dalam hidup karena account pribadi seseorang bisa saja sudah dibajak, kriminalitas yang meningkat, misalnya karena penyadapan no PIN serta manipulasi data untuk mendapatkan password suatu account.

Faktor Penyebab Utama

Di balik semua sistem keamanan dan prosedur-prosedur pengamanan yang ada, masih terdapat faktor lain yang sangat penting yaitu manusia.

Pada banyak referensi, faktor manusia dinilai sebagai rantai paling lemah dalam sebuah sistem keamanan. Sebuah sistem keamanan yang baik, akan menjadi tidak berguna jika ditangani oleh seseorang administrator yang kurang kompeten. Sebagai contoh misalnya di sebuah perusahaan, seorang network admin sudah menerapkan kebijakan keamanan dengan baik namun ada user yang mengabaikan masalah keamanan itu dimana contohnya user tersebut menggunakan password yang mudah diteba, lupa logout ketika pulang kerja, atau dengan mudahnya memberikan akses kepada rekan kerjanya yang lainatau bahkan kepada kliennya. Hal ini dapat menyebabkan seorang penyerang memanfaatkan celah tersebut dan mencuri atau merusak data-data penting milik perusahaan.


Metode aksi soclal engineering
Terdapat beberapa cara pelaku social engineering melancarkan aksinya, yaitu:
  • Pelaku melakukan serangan langsung yaitu dengan cara meminta apa saja yang dibutuhkan. Sebut saja password, peta jaringan, akses jaringan, kunci ruangan yang berisi database, dan konfigurasi sistem.
  • Pelaku membuat skenerio yang berisi situasi palsu. Misalnya si pelaku berpura-pura sebagai bagian dari suatu perusahaan yang akan ‘diserang’. Atau bisa juga si pelaku berpura-pura sebagai bagian dari situasi palsu yang disusunnya. Sebagai contoh, pelaku membuat alasan yang menyangkut pautkan dengan kepentingan pihak lain. Ketika pelaku sudah berhasil masuk ke dalam ‘zona’ perusahaan, pelaku kemudian menjalankan aksi lanjutan seperti mencari informasi-informasi penting tentang target/ korbannya. Pelaku yang pandai dan sudah ahli biasanya tidak perlu mengumbar kebohongan pada calon korbannya. Pelaku justru akan menunjukan fakta-fakta agar calon korbannya benar-benar percaya pada si pelaku. Contoh riil, pelaku berpura-pura sebagai seorang agen tiket. Pelaku melakukan konfirmasi bahwa tiket sudah siap untuk dikirim. Pelaku pastinya akan meminta data-data penting korbannya untuk kepentingan pengiriman tiket. Meskipun calon korban merasa tidak memesan tiket, pelaku tetap perlu mengetahui nama dan nomor kepegawaiannya dengan alasan untuk dicocokkan. Informasi seperti nama lengkap dan nomor kepegawaian adalah dua data penting yang dapat digunakan oleh pelaku untuk dapat mengakses sistem informasi perusahaan di mana korban bekerja.
  • Pelaku menggunakan akun email. Caranya yaitu si pelaku mengirim email pada target/ korban. Ketika korban membuka attachment. Sebelumnya pelaku meretaskan virus/ worm seperti Trojan sebagai jalur backdoor pada sistemnya. Worm/ virus bahkan dapat dimasukan dalam file yang berformat jpg sekalipun.
Pencegahan social engineering
Lantas, bagaimana cara menghindari aksi pelaku social engineering? Terdapat beberapa cara pencegahan, yaitu:

  • Selalu waspada ketika sedang melakukan interaksi baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Apalagi jika berkaitan dengan sistem informasi perusahaan di mana Anda bekerja.
  • Bagi Anda yang membawahi suatu perusahaan/ organisasi besar, Anda sekiranya perlu mempelajari trik-trik bagaimana cara mengamakan sistem informasi. Setelah Anda kuasai dengan baik, tularkan pada para karyawan Anda. Tujuannya adalah untuk meminimalisir terjadinya peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan.
  • Sering-seringlah membaca buku atau mengikuti acara seminar tentang pemcegahan social engineering.
  • Adakan pelatihan dan sosialisasi pada para karyawan Anda terkait pentingnya pengelolaan sistem keamanan informasi.
  • Terapkan unsur keamanan informasi sesuai dengan standard prosedur yang dapat diakses sehari-hari. Misalnya dengan menerapkan monitor policy dan clear table. Kedua contoh ini perlu dilakukan agar para karyawan Anda terbiasa melakukannya.
  • Perusahaan juga perlu melakukan analisa kerawanan sistem keamanan informasi perusahaan. Misalnya dengan melakukan uji coba kekuatan sistem keamanan informasi perusahaan melalui cara penetration test.
  • Bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membantu memperkuat sistem keamanan perusahaan. Misal, kerjasama dengan vendor, institusi yang ahli di bidang keamanan sistem informasi, dll.
Referensi

Sanusi, M 2010, THE GENIUS Hacking untuk Membobol Facebook & Email, 

Sunday, 24 February 2019

KEAMANAN KOMPUTER

Keamanan Komputer menurut Para ahli
Menurut John D. Howard dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet” menyatakan bahwa :
“Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari 
serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung jawab.”

Menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya
“Computer Security” menyatakan bahwa:“Keamanan komputer adalah berhubungan dengan pencegahan dini dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak
dikenali dalam sistem komputer.”

 Sebelum masalah keamanan data/informasi menjadi popular, kebanyakan orang berpikir bahwa keamanan computer difokuskan pada alat alat computer secara fisik. Secara tradisional, fasilitas komputer secara fisik dilindungi karena tiga alasan:

  • Untuk mencegah pencurian atau kerusakan hardware
  • Untuk mencegah pencurian atau kerusakan informasi
  • Untuk mencegah gangguan layanan
Keamanan bisa dicapai dengan beberapa strategi yang biasa dilakukan secara baik atau digunakan 
dalam kombinasi satu dengan yang lainnya.  

Lingkup Security (Keamananan) Sistem Komputer
Lingkup keamanan adalah sisi-sisi jangkauan keamanan komputer yang bisa dilakukan. Lingkup keamanan terdiri dari :

a. Pengamanan secara fisik
Contoh pengamanan secara fisik dapat dilakukan yaitu : wujud komputer yang bisa dilihat dan diraba (misal : monitor, CPU, keyboard, dan lain-lain). Menempatkan sistem komputer pada tempat atau lokasi yang mudah diawasi dan dikendalikan, pada ruangan tertentu yang dapat dikunci dan sulit dijangkau orang lain sehingga tidak ada komponen yang hilang.

Selain itu dengan menjaga kebersihan ruangan, hindari ruangan yang panas, kotor dan lembab,Ruangan tetap dingin jika perlu ber-AC tetapi tidak lembab

b. Pengamanan akses
Pengamanan akses dilakukan untuk PC yang menggunakan sistem operasi

lagging (penguncian) dan sistem operasi jaringan. Tujuannya untuk mengantisipasi kejadian yang sifatnya disengaja atau tidak disengaja, seperti kelalaian atau keteledoran pengguna yang seringkali meninggalkan komputer dalam keadaan masih menyala atau jika berada pada  jaringan komputer masih berada dalam logon user . Pada komputer jaringan pengamanan komputer adalah tanggungjawab administrator yang mampu mengendalikan dan mendokumentasi seluruh akses terhadap sistem komputer dengan baik.

c. Pengamanan data
Pengamanan data dilakukan dengan menerapkan sistem tingkatan atau hierarki akses dimana seseorang hanya dapat mengakses data tertentu saja yang menjadi haknya. Untuk data yang sifatnya sangat sensitif dapat menggunakan  password (kata sandi).

d. Pengamanan komunikasi jaringan
Pengamanan komunikasi jaringan dilakukan dengan menggunakan kriptografi dimana data yang sifatnya sensitif di-enkripsi atau disandikan terlebih dahulu sebelum ditransmisikan melalui jaringan tersebut.

Aspek dan Ancaman terhadap Security
Keamanan sistem komputer meliputi beberapa aspek, antara lain :

a.Privacy :
adalah sesuatu yang bersifat rahasia (private). Intinya adalah pencegahan agar informasi tersebut tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. Contohnya adalah email atau file-file lain yang tidak boleh dibaca orang lain meskipun oleh administrator.

b. Confidentiality :
merupakan data yang diberikan ke pihak lain untuk tujuan khusus tetapi tetap dijaga penyebarannya. Contohnya data yang bersifat pribadi seperti : nama, alamat, no ktp, telpon dan sebagainya.

c. Integrity :
penekanannya adalah sebuah informasi tidak boleh diubah kecuali oleh  pemilik informasi. Terkadang data yang telah terenskripsipun tidak terjaga integritasnya karena ada kemungkinan chapertext dari enkripsi tersebut berubah. Contoh : Penyerangan Integritas ketika sebuah email dikirimkan ditengah jalan disadap dan diganti isinya, sehingga email yang sampai ketujuan sudah berubah.

d. Autentication :
ini akan dilakukan sewaktu user login dengan menggunakan nama user dan passwordnya. Ini biasanya berhubungan dengan hak akses seseorang, apakah dia pengakses yang sah atau tidak.

e. Availability :
aspek ini berkaitan dengan apakah sebuah data tersedia saat dibutuhkan/diperlukan. Apabila sebuah data atau informasi terlalu ketat  pengamanannya akan menyulitkan dalam akses data tersebut. Disamping itu akses yang lambat juga menghambat terpenuhnya aspek availability. Serangan yang sering dilakukan pada aspek ini adalah denial of service (DoS), yaitu penggagalan service sewaktu adanya permintaan data sehingga komputer tidak bisa melayaninya. Contoh lain dari denial of service ini adalah mengirimkan request yang berlebihan sehingga menyebabkan komputer tidak bisa lagi menampung beban tersebut dan akhirnya komputer down.

REFERENSI
https://mti.binus.ac.id/2017/04/05/sejarah-keamanan-komputer/
http://www.qtera.co.id/sistem-keamanan-komputer/

https://www.academia.edu/19946045/Keamanan_Komputer

Penyelesaian Profile Matching

Profile Matching merupakan Metode pengambilan keputusan dengan mengasumsikan bahwa terdapat tingkat variabel prediktor yang ideal yang ha...